Langsung ke konten utama
Travel Tekno Blog

Menjadi Prajurit Baret Jingga, Panduan Lengkap Gabung Korps Pasukan Gerak Cepat TNI AU 2026

Joko SuryaniDiterbitkan 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsApp
Menjadi Prajurit Baret Jingga, Panduan Lengkap Gabung Korps Pasukan Gerak Cepat TNI AU 2026
Foto/Ilustrasi: Koran Jakarta 庐

Pantai Santolo di Garut menjadi saksi pengukuhan ratusan prajurit baru Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara pada Senin (12/10). Tradisi penyematan baret jingga dan brevet Komando tersebut menandai berakhirnya masa tempaan fisik serta mental yang intensif bagi prajurit matra udara terpilih. Keberhasilan 436 personel menuntaskan pendidikan kualifikasi khusus membuktikan bahwa jalan menuju satuan elite ini menuntut ketahanan fisik prima dan disiplin baja.

Bagi prajurit maupun calon personel yang menargetkan pengabdian di korps baret jingga, memahami alur pendidikan komando menjadi langkah krusial. Korpasgat merupakan satuan pemukul elite TNI AU dengan misi pertempuran darat, pertahanan pangkalan udara, serta operasi khusus, sehingga proses seleksi dan pendidikannya menerapkan standar ketat di setiap matra kepangkatan.

Syarat Masuk Melalui Jalur Kedinasan TNI AU

Bergabung ke dalam Korpasgat tidak berlangsung lewat pendaftaran sipil langsung ke satuan operasional, melainkan harus berstatus sebagai prajurit aktif TNI AU terlebih dahulu. Formasi peserta kursus komando terbuka lintas tingkatan pangkat:

  1. Perwira: Lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) atau perwira karier dengan kecabangan terkait.
  2. Bintara: Personel bintara aktif matra udara yang ditugaskan menempuh spesialisasi tempur darat.
  3. Tamtama: Prajurit tamtama TNI AU yang diarahkan memperkuat regu operasional korps.

Pada angkatan ke-50 (A-50), sebanyak 436 prajurit yang lulus terdiri dari perwira, bintara, dan tamtama. Rincian administrasi pendaftaran awal matra udara diselenggarakan secara berkala melalui dinas personel TNI AU, sementara pengiriman menuju pendidikan komando ditentukan oleh kebutuhan satuan dan hasil seleksi internal.

Baca Juga

Jadwal Timnas U17 Terbaru 2026 Daftar Pertandingan dan Link Streaming Hari Ini

Tahapan dan Kurikulum Pendidikan Komando

Untuk menyandang predikat prajurit komando, personel wajib menempuh program terpusat Pendidikan Komando Korpasgat. Pada pelaksanaan angkatan A-50, pelatihan dimulai sejak Mei 2026 hingga tuntas pada Oktober 2026.

Selama berbulan-bulan, peserta digembleng dalam berbagai materi perang modern, ketahanan medan, operasi udara, dan survival di berbagai medan kritis. Penilaian dilakukan ketat hingga tahap akhir; pada gelombang A-50, Letda Pas M. Rifky Said dari Mako Korpasgat tercatat meraih predikat lulusan terbaik.

Prosesi Pembaretan di Pantai Santolo

Tahap pamungkas pendidikan ditandai dengan tradisi penyematan baret jingga dan brevet Komando. Kepala Penerangan Korpasgat Kolonel (Pas) Jaito Novyan Sulistiyono menyampaikan bahwa upacara pembaretan angkatan ke-50 dipimpin langsung oleh Kepala Staf Korpasgat (Kaskorpasgat) Marsda TNI Anis Nurwahyudi, mewakili Panglima Korpasgat Marsdya TNI Deny Muis.

Baca Juga

Jadwal Pendaftaran Beasiswa BCA 2027 Persiapkan Rapor Kamu dari Sekarang

Baret jingga bukan sekadar penutup kepala kedinasan, melainkan simbol perjuangan, pengorbanan, disiplin, ketahanan fisik, kekuatan mental, serta semangat pantang menyerah yang telah teruji nyata di lapangan. Setelah melalui upacara resmi ini, prajurit resmi berstatus anggota penuh Korpasgat dan siap ditempatkan di jajaran satuan operasional Markas Komando (Mako) Korpasgat maupun detasemen jajaran di seluruh Indonesia.

Langkah Persiapan Menuju Seleksi Pendidikan

Personel aktif yang membidik kualifikasi komando perlu mengambil langkah persiapan terukur sedini mungkin:

  1. Menjaga Kesamaptaan Jasmani: Standar fisik komando melampaui rata-rata kesamaptaan militer reguler, mencakup lari jarak jauh, renang militer, ketahanan beban, dan halang rintang.
  2. Memperkuat Ketahanan Mental: Kurikulum komando dirancang menekan ketahanan psikologis guna memastikan stabilitas prajurit di medan operasi berisiko tinggi.
  3. Memantau Pengumuman Dinas Personel: Calon peserta harus memastikan kelengkapan berkas kepangkatan dan rekomendasi kesatuan asal saat pendaftaran komando gelombang berikutnya dibuka.

Ikuti Travel Tekno Blog

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca