PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menyalurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membantu para pelaku usaha produktif memperoleh tambahan modal kerja maupun investasi. Program ini dihadirkan dengan suku bunga yang disubsidi oleh pemerintah, sehingga diharapkan dapat meringankan beban finansial para pemilik usaha. Sebagai lembaga penyalur, BRI menyediakan simulasi angsuran berdasarkan besaran plafon pinjaman dengan pilihan tenor yang bervariasi mulai dari 12 hingga 60 bulan. Jangka waktu pengembalian yang fleksibel ini memungkinkan nasabah menyesuaikan cicilan bulanan dengan kemampuan arus kas bisnis mereka.
Dalam pelaksanaan program ini, Bank BRI membagi penyaluran KUR ke dalam tiga kategori utama berdasarkan skala usaha dan kebutuhan modal debitur. Kategori pertama adalah KUR Super Mikro, yang menawarkan plafon pinjaman hingga Rp10 juta dengan suku bunga yang sangat rendah, yaitu sebesar 3% efektif per tahun. Program KUR Super Mikro ini secara khusus ditujukan bagi pelaku usaha pemula maupun usaha rumah tangga yang memerlukan tambahan modal kerja dalam jumlah kecil untuk mengembangkan bisnis mereka.
Kategori berikutnya adalah KUR Mikro dan KUR Kecil. KUR Mikro menetapkan batas plafon pinjaman di atas Rp10 juta hingga Rp100 juta. Sementara itu, bagi pelaku usaha yang membutuhkan modal lebih besar, tersedia kategori KUR Kecil dengan plafon pinjaman di atas Rp100 juta sampai Rp500 juta. Untuk kedua kategori ini, yakni KUR Mikro dan KUR Kecil, suku bunga yang dikenakan berkisar antara 6% hingga 9% efektif per tahun. Bank BRI sendiri menerapkan metode perhitungan bunga efektif per tahun, yang berarti porsi bunga yang harus dibayarkan akan menurun seiring berkurangnya sisa pokok pinjaman nasabah.
Cara Top Up OVO Lewat BCA, Kode Virtual Account dan Panduan Lengkap Transaksi

Terkait dengan ketentuan jaminan, program KUR BRI memberikan kemudahan bagi para nasabah. Untuk pinjaman dengan plafon hingga Rp100 juta, calon debitur tidak diwajibkan untuk menyerahkan agunan tambahan. Ketentuan ini tentu sangat membantu para pelaku usaha kecil yang memiliki keterbatasan aset. Namun, bagi debitur yang mengajukan pinjaman dengan plafon di atas Rp100 juta, pihak bank menetapkan kewajiban adanya agunan tambahan. Nilai serta kelayakan agunan tambahan tersebut nantinya akan dinilai sesuai dengan ketentuan resmi dan hasil penilaian yang dilakukan oleh pihak bank.
Untuk dapat lolos pengajuan, calon debitur harus memenuhi sejumlah kriteria kelayakan. Target utama dari program KUR BRI ini adalah pelaku usaha produktif dan layak yang belum pernah menerima kredit atau pembiayaan modal kerja maupun investasi yang bersifat komersial. Ketentuan umum mensyaratkan bahwa usaha yang dijalankan harus telah aktif minimal selama enam bulan. Kendati demikian, terdapat pelonggaran bagi pengaju KUR Super Mikro yang usahanya baru berjalan minimal tiga bulan, dengan syarat mereka harus mengikuti pendampingan atau pelatihan usaha terlebih dahulu. Selain itu, bagi calon debitur yang masih memiliki pinjaman online aktif atau paylater, pengajuan KUR tetap dapat diproses selama pinjaman tersebut termasuk dalam jenis kredit konsumsi nonkomersial dan memiliki riwayat pembayaran yang lancar.
Update Terbaru Harga Dexlite 2026 Cek Tarif di SPBU Pertamina Sekarang

Setelah semua berkas persyaratan dinyatakan lengkap, pihak bank akan segera menindaklanjutinya dengan melakukan proses verifikasi. Proses verifikasi ini mencakup pemeriksaan riwayat pembiayaan calon nasabah melalui sistem informasi layanan keuangan serta verifikasi langsung di lapangan. Setelah dokumen dinyatakan lengkap dan lolos verifikasi lapangan, proses pencairan dana KUR umumnya membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 14 hari kerja. Program KUR BRI ini tetap dibuka sepanjang tahun anggaran sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Setelah dana pinjaman cair, nasabah juga dapat dengan mudah memantau sisa angsuran mereka melalui aplikasi layanan perbankan digital resmi milik BRI atau melalui mesin ATM BRI.






