Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) resmi memperluas akses pengembangan kompetensi guru. Upaya ini diwujudkan melalui program Pelatihan Mandiri dan Diklat Bauran Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PMKKA). Program ini dirancang guna membuka kesempatan belajar yang lebih luas dan merata, khususnya bagi para pendidik yang selama ini belum terjangkau oleh pelatihan tatap muka langsung.
Sosialisasi program PMKKA diselenggarakan melalui kegiatan webinar terpadu. Acara tersebut diikuti oleh beragam unsur pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai daerah, meliputi guru Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB), kepala sekolah, serta pengawas satuan pendidikan. Selain para pendidik di sekolah, kegiatan ini juga dihadiri oleh para penanggung jawab program PMKKA pada Balai Besar Guru Penggerak (BBGTK), Balai Guru Penggerak (BGTK), dan Kantor Guru Penggerak (KGTK), serta pengelola program dari dinas pendidikan tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Fokus Utama dan Karakteristik Pembelajaran PMKKA
Direktur Jenderal GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa kehadiran program PMKKA bertujuan membimbing para guru agar tidak hanya berhenti pada penguasaan materi secara teoritis. Pendidik diharapkan mampu menerjemahkan seluruh materi yang dipelajari menjadi praktik pembelajaran yang nyata dan bermakna ketika berinteraksi dengan murid di ruang kelas.
Dalam struktur program PMKKA, terdapat tiga bidang kompetensi utama yang saling melengkapi:
Jadwal Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026, Syarat, dan Cara Daftar Lewat HP

- Pembelajaran Mendalam: Pendekatan pembelajaran ini dibangun di atas tiga karakteristik utama, yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi murid maupun guru.
- Koding: Pembelajaran materi koding difokuskan untuk membantu mengembangkan kemampuan berpikir komputasional, logis, sistematis, dan kreatif dalam menyelesaikan berbagai tantangan.
- Kecerdasan Artifisial: Pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial diarahkan untuk memperkaya pengalaman belajar di kelas, dengan keharusan membekali pendidik dan murid kemampuan berpikir kritis, pemahaman etika, serta rasa tanggung jawab dalam memanfaatkan perangkat digital.
Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali, menegaskan bahwa kombinasi pelatihan ini disiapkan untuk mengatasi kendala geografis dan operasional yang selama ini membatasi pelatihan tatap muka, sehingga guru di berbagai wilayah dapat memperbarui kecakapan pedagogis mereka secara terarah.
Alur Pelaksanaan Pelatihan Mandiri Melalui Rumah Pendidikan
Pelatihan Mandiri PMKKA memberikan keleluasaan bagi guru untuk mengatur waktu dan ruang belajarnya secara fleksibel melalui platform Rumah Pendidikan. Setiap peserta dapat mengikuti alur pelatihan terstruktur yang terdiri dari tahapan berikut:
- Mempelajari Topik dan Modul Pembelajaran: Peserta mengakses platform Rumah Pendidikan untuk mempelajari modul-modul materi Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial yang telah disusun sesuai kurikulum pelatihan.
- Mengerjakan Latihan Pemahaman: Setelah mencermati paparan materi di setiap modul, guru menyelesaikan serangkaian latihan pemahaman guna menakar sejauh mana konsep dasar berhasil diserap.
- Menuliskan Cerita Refleksi: Peserta menuangkan pemikiran dan pengalaman belajarnya ke dalam tulisan cerita refleksi. Refleksi ini melatih pendidik mengevaluasi metode ajar pribadi dan merancang penerapannya di kelas.
- Mengikuti Post-Test Pengukuran Kompetensi: Guru mengerjakan post-test pada akhir proses pelatihan untuk mengevaluasi pemahaman materi secara menyeluruh.
- Memeriksa Informasi dan Rekomendasi Materi: Berdasarkan hasil post-test, sistem menyediakan informasi capaian belajar serta rekomendasi bagian materi mana saja yang masih perlu dipelajari kembali dan diperkuat oleh peserta.
Mekanisme Lanjutan Melalui Diklat Bauran
Bagi pendidik yang ingin memperdalam keahliannya melampaui pembelajaran mandiri, kementerian menyediakan jalur lanjutan berupa Diklat Bauran. Skema diklat ini ditujukan bagi pengajar materi Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial tahun 2025, serta bagi peserta yang telah menuntaskan seluruh tahapan pada Pelatihan Mandiri.
Proses pelaksanaan Diklat Bauran menggabungkan dua metode sekaligus, yakni belajar mandiri secara terarah dan pembelajaran kolaboratif antarpeserta. Lewat interaksi bersama sesama pendidik dan fasilitator, peserta diajak membedah studi kasus, bertukar gagasan mengajar, dan menyusun modul ajar aplikatif.
Melalui perpaduan belajar mandiri dan kolaboratif ini, capaian pembelajaran para guru diarahkan secara konsisten menuju penguasaan pengetahuan dan keterampilan pada tingkatan lanjut hingga mahir, demi menjamin terwujudnya kualitas pengajaran digital yang beretika di lingkungan sekolah.






