Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang dipimpin oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, telah resmi memulai penyaluran sejumlah bantuan sosial (bansos) untuk triwulan ketiga tahun 2026. Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026 sudah mulai didistribusikan sejak Senin, 20 Juli 2026. Selain kedua program tersebut, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan (Banpang) sembako beras yang dikelola oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Perum Bulog.
Program Keluarga Harapan (PKH) pada triwulan ketiga 2026 ini menyasar kelompok demografis spesifik. Penerima PKH mencakup ibu hamil, anak usia dini, peserta didik, lanjut usia, serta penyandang disabilitas berat yang terdaftar dalam desil 1 hingga 4 pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Total penerima PKH pada triwulan ini mencapai 10.001.753 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jumlah tersebut terdiri dari 8.359.853 KPM yang melanjutkan kepesertaan dari triwulan kedua dan 1.641.900 KPM yang mengalami proses perubahan atau pengalihan bantuan.
Sementara itu, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako diberikan kepada KPM yang berada dalam desil 1 hingga 5 DTSEN. Khusus untuk KPM yang berada di desil 1 hingga 4, bantuan disalurkan dengan nilai sebesar Rp 200.000 per bulan. Bantuan ini dicairkan sekaligus untuk tiga bulan dalam satu tahap penyaluran, sehingga setiap KPM berpotensi menerima Rp 600.000 dalam sekali pencairan. Total penerima bansos BPNT pada triwulan ketiga 2026 tercatat mencapai 18.258.834 KPM, yang terdiri atas 15.215.415 KPM lanjutan dari triwulan sebelumnya serta 3.043.419 KPM yang mengalami pengalihan atau perubahan data.
Panduan Lengkap Cara Daftar Bansos dan DTKS Secara Online dan Offline

Di sisi lain, bantuan pangan berupa beras 10 kg diberikan kepada masyarakat yang terdaftar dalam desil 1 hingga 4 DTSEN dengan total sasaran mencapai 33.244.408 KPM. Setiap KPM akan menerima bantuan sebanyak 10 kilogram beras per bulan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026, dengan total mencapai 30 kilogram beras. Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani, mengonfirmasi bahwa penyaluran bantuan pangan beras tahap kedua ini dijadwalkan untuk didistribusikan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Penyaluran bantuan beras tahap kedua ini ditargetkan mulai berjalan pada Agustus 2026 setelah adanya transfer Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Saat ini, pengajuan ABT tersebut masih dalam proses reviu oleh Kementerian Keuangan berdasarkan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa setelah anggaran ditransfer, penyaluran beras kepada KPM akan dilakukan secara sekaligus atau one shoot. Untuk memastikan akurasi penyaluran, pemerintah terus memperbarui data penerima menggunakan angka terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) dengan target total penyaluran mencapai 997,2 ribu ton beras kepada 33,24 juta KPM.
Cara Cek Desil DTKS Kemensos 2026 untuk Usulan Penerima Bansos PKH dan Sembako

Bagi masyarakat yang ingin memantau status kepesertaan atau mengecek apakah nama mereka terdaftar sebagai penerima bansos PKH dan BPNT, aplikasi Cek Bansos Kemensos menyediakan solusi praktis. Melalui aplikasi ini, masyarakat tidak hanya bisa memeriksa data penerima secara praktis melalui HP, tetapi juga dapat memanfaatkan fitur usul dan sanggah. Fitur ini memungkinkan warga untuk mengajukan diri sebagai penerima baru jika merasa layak mendapat bantuan tetapi belum terdaftar, atau menyanggah daftar penerima saat ini yang dinilai tidak tepat sasaran.






