Pemerintah Indonesia saat ini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data utama untuk menentukan status sosial dan ekonomi masyarakat di seluruh wilayah tanah air. Basis data ini sangat penting bagi jalannya program-program perlindungan sosial. Sebagai bagian dari upaya menjaga akurasi data, pemerintah telah menerbitkan pembaruan terbaru, yaitu DTSEN versi 3 tahun 2026 yang resmi diterbitkan pada tanggal 10 Juli 2026. Di dalam basis data versi terbaru ini, pemerintah telah menghimpun sebanyak 290.125.073 data individu dan 95.980.577 data keluarga di Indonesia.
Melalui terbitnya pembaruan DTSEN versi 3 tahun 2026 tersebut, terjadi pergeseran data yang cukup signifikan pada tingkat kesejahteraan keluarga. Tercatat ada sebanyak 14.123.295 keluarga yang mengalami perubahan status desil, baik itu mengalami kenaikan desil maupun penurunan desil. Perubahan status desil ini tentunya sangat berpengaruh terhadap kelayakan masing-masing keluarga dalam menerima berbagai program bantuan sosial yang disediakan oleh pemerintah, karena status desil menentukan tingkat prioritas penerima manfaat.
Dalam mekanisme pengolahan data DTSEN, seluruh masyarakat dikelompokkan ke dalam desil 1 sampai desil 10. Pengelompokan desil ini dilakukan guna membantu pemerintah dalam menentukan sasaran program perlindungan sosial agar menjadi lebih tepat dan akurat. Secara khusus, keluarga yang diklasifikasikan berada pada desil 1 sampai desil 4 dapat diusulkan untuk menjadi penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) serta bantuan sosial Sembako. Pengusulan ini bertujuan agar bantuan sosial dapat diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan bantuan.
Cara Cek Desil Kemensos dan Status Penerima Bansos PKH BPNT 2026 secara Online

Sebagai salah satu perwujudan dari program perlindungan sosial tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan pangan beras tahap kedua untuk alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026. Program bantuan pangan beras tahap kedua ini ditargetkan dapat menyasar sebanyak 33,24 juta penerima bantuan pangan. Secara keseluruhan, total pasokan beras yang disiapkan oleh pemerintah untuk menyukseskan program ini mencapai 997,2 ribu ton. Setiap penerima manfaat nantinya akan mendapatkan alokasi bantuan pangan sebanyak 10 kilogram beras untuk masing-masing bulan alokasi, yaitu Juli, Agustus, dan September 2026.
Bagi masyarakat yang ingin memastikan apakah nama mereka tercantum sebagai penerima manfaat, pengecekan status bantuan sosial dapat dilakukan secara mandiri. Pencarian data penerima manfaat ini dapat diakses secara resmi melalui situs web Kementerian Sosial (Kemensos). Untuk melakukan pengecekan status bantuan sosial melalui situs web Kemensos tersebut, masyarakat diharuskan untuk menyiapkan dan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebanyak 16 digit yang sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) masing-masing.
Cara Cek Desil Bansos dengan NIK KTP Lewat HP

Apabila terdapat ketidaksesuaian data atau jika masyarakat merasa status desilnya perlu diperbarui agar sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini, pembaruan data desil dapat diajukan secara resmi. Proses pembaruan data ini dilakukan melalui jalur formal yang telah ditentukan oleh pemerintah. Jalur formal tersebut diawali dengan mengajukan usulan secara berjenjang melalui RT atau RW setempat. Setelah diusulkan melalui RT atau RW, usulan tersebut akan dibahas dalam musyawarah desa atau kelurahan, untuk kemudian diteruskan ke dinas sosial kabupaten atau kota agar dapat diproses lebih lanjut.






